Tuesday, August 25, 2009

Bpk. H. Sudja'i Habib 'Confirmed' Berkenan Hadir

Pada hari Minggu, 23 Agustus 2009, sekitar pukul 9.00 WIB telepon genggam berbunyi, pertanda seseorang sedang menghubungi. Sayang pada saat yang sama, si-empunya sedang di kamar mandi. Begitu keluar kamar mandi, ditengoklah hp.... aduh.... sungguh di luar dugaan. Ternyata terdapat miscall dari orang yang sangat dikenal, orang yang sangat istimewa, orang yang sangat dihormati, yaitu dari Bpk. M. Sudja'i Habib. Segera dengan buru-buru miscall tersebut dibalas dengan dial balik. Sayang di ujung sana terdengar nada sibuk, pertanda ponsel sedang digunakan. Tidak lama kemudian ternyata ponsel pak Dja'i (demikian panggilan akrab kami untuk beliau) terlebih dahulu kembali memanggil. Tentu ini sangat istimewa, sungguh...!

Diawali dengan pembicaraan ringan tentang kabar sana dan kabar sini, topik bergulir ke arah info seputar jaringan teman-teman sesama alumni PGAN Kediri, baik yang di Yogyakarta, di Surabaya, di Malang, di Jakarta, dan lain-lain. Lebih mengejutkan lagi, rupanya berita tentang rencana penyelenggaraan Reuni Lulusan '89 PGAN Kediri sudah sampai ke telinga beliau. Menurut beliau dalam suatu kesempatan Kepala MAN 3 Kediri yang menyampaikan informasi tersebut, dikatakannya bahwa pihak panitia telah menyampaikan surat permohonan penggunaan Aula MAN 3 Kediri untuk kegiatan dimaksud. Dalam hati terbersit rasa malu, kok lebih dulu beliau tahu tidak dari panitia, tetapi dari pihak lain meskipun sebenarnya juga masih dalam rumpun keluarga eks PGAN Kediri. Tapi tak apalah, yang penting beliau akhirnya telah mendengar dan mengetahui bahwa memang akan ada kegiatan tersebut. Kesempatan tersebut sekaligus saya gunakan untuk menjelaskan tentang rencana, progress, dan langkah-langkah yang sedang ditempuh oleh panitia, termasuk mengharapkan kehadiran beliau pada kesempatan tersebut, baik sebagai undangan maupun sebagai pembicara. Alhamdulillah, dengan senang hati beliau bersedia dan memberikan apresiasinya atas kerja teman-teman panitia.

Pada kesempatan tersebut beliau sempat menanyakan alasan mengapa yang diundang hanya satu angkatan saja, padahal banyak sekali alumni angkatan yang lain juga mengharapkan ada yang menggagas acara serupa. Menanggapi hal tersebut, dijelaskan bahwa hal tersebut bukan karena tidak sengaja, tetapi memang 'by design' sudah ditetapkan demikian. Beberapa alasan yang mendasari keputusan tersebut antara lain adalah: (i) sudah lama sekali, mungkin sudah 20an tahun, jaringan alumni PGAN Kediri tidak mengadakan kegiatan Reuni dalam arti formal, sehingga perlu dilakukan 'test case' untuk mengukur ketersambungan antar jaringan; (ii) kepastian jaringan akan sangat menentukan seberapa besar persiapan yang perlu dilakukan, dalam situasi kepastian jaringan alumni yang masih belum jelas maka perlu dibuat ukuran batasan maksimal, dalam hal ini menggunakan ukuran angkatan; (iii) angkatan/lulusan 1989 terdiri dari 9 kelas, masing-masing kelas terdiri dari 48 siswa, sehingga total alumni satu angkatan kurang lebih 500an orang, dengan pertimbangan itu kalau masing-masing akan hadir bersama istri/suami plus satu anak saja, maka total yang akan hadir bisa mencapai 1400an orang. Atas pertimbangan itu maka untuk tahap awal ini Reuni akan dilakukan untuk satu angkatan dulu, tetapi dengan tetap mengundang wakil-wakil dari angkatan lain dengan harapan agar semangat serupa dapat berkobar di kalangan alumni angkatan yang berbeda, dan diharapkan dapat digagas kegiatas serupa pula di angkatan masing-masing. Dengan begitu, jaringan alumni bisa di-jahit lagi dan dibentuk komunitas alumni PGAN Kediri dalam konteks yang lebih luas.

Menutup pembicaraan via telepon ini, pak Dja'i berkenan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1430 H ini untuk memimpin bacaan doa dari Kediri dan di-amin-i di Tangerang, Prov. Banten. Tentu momentum ini sangat mengesankan, dan serta merta mampu menyedot sukma ini seakan suasana batin kembali ke jaman di PGAN Kediri 20 tahun yang lalu. Terima kasih pak Dja'i, bimbinganmu masih senantiasa kami perlukan. Sampai bertemu dalam Reuni tanggal 24 September 2009 nanti. (By Thohir Afandi, Jakarta, 25/8/2009)

Monday, August 10, 2009

Silaturrahmi Alumni PGAN Kediri di Jakarta & Sekitarnya

Pada hari Minggu, 9 Agustus 2009 bertempat di kediaman salah satu anggota (Thohir Afandi), para Alumni PGAN Kediri di Jakarta dan Sekitarnya mengadakan kegiatan silaturrahmi bersama keluarga. Kegiatan ini dilangsungkan setelah hampir satu tahun tidak ada kegiatan kealumnian, disamping karena adanya penambahan data baru anggota alumni yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Pada temu silaturrahmi kali ini, beberapa wajah baru yang hadir, a.l. Siti Masruroh (alumni '89, tinggal di Sawangan, Depok), Nur Habibah (alumni '89, tinggal di Pasar Rumput, Jkt.), Supar (alumni '91, tinggal di Lb. Bulus, Jkt.), Mustain (alumni '89, Kby. Baru, Jkt.), Sodik (alumni '91, tinggal di Ulu Jami, Cipulir), dan Moch. Bukhori Muslim (alumni '95, sudah periode MAN 3, tinggal di Pl. Gadung, Jkt.). Sementara itu, data baru alumni lainnya tetapi berhalangan hadir a.l. adalah Ekrom Maftuhi (alumni '88, tinggal di Bekasi), Imam Bukhori (alumni '88), Effendi (alumni '88?, tinggal di Bekasi), Muslikah (alumni '89?, tinggal di Bekasi), Abdul Basith (alumni '89), dan Sita Umi Hanik (alumni '89, tinggal di Kota Bumi, Tangerang). Sementara itu anggota alumni (data lama) yang hadir adalah Thohir Afandi selaku tuan rumah (alumni '89, tinggal di Ciledug, Tangerang), Moh. Ali Ridlo (alumni '89, tinggal di Ps. Senen, Jkt.), Imam Abda' (alumni '91, tinggal di Ciputat, Tangerang), Abu Mansyur (alumni '90, tinggal di Cirendeu, Tangerang), dan Nining Laily Hadi (alumni '90, tinggal di Bekasi).

Dalam temu silaturrahmi ini dibahas beberapa hal, terutama upaya mencari wadah yang pas bagi usaha mempererat tali silaturrahmi yang sudah terjalin diantara sesama alumni, khususnya yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Dari sekian banyak masukan, akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa perlu (baca: wajib) diselenggarakan forum pertemuan tahunan dengan mengambil momentum setiap bulan Syawwal, sekaligus dimaksudkan sebagai media halal-bi-halal diantara sesama alumni. Namun demikian, mengingat temu tahunan ini dipandang terlalu lama dari segi waktu, banyak yang mengharapkan agar tetap dapat diakomodir pertemuan silaturrahmi sejenis setiap enam bulan sekali. Hal ini atas pertimbangan untuk pemerataan kesempatan menjadi tuan rumah temu silaturrahmi tersebut. Tentu akan sangat lama untuk bisa menjadi tuan rumah bila temu silaturrahmi hanya diadakan sekali dalam setahun. Disamping itu, disepakati pula bahwa format acara silaturrahmi ke depan akan diisi dengan acara doa bersama, khususnya bagi para guru dan teman-teman sesama alumni yang telah tiada.

Mudah-mudahan gagasan dan kesepakatan tersebut akhirnya dapat diwujudkan dengan baik di waktu-waktu yang akan datang. (Jakarta, 10 Agustus 2009)