Monday, July 06, 2009

Mbak Urifah: Kabarmu Kini

Saat itu adalah hari Minggu. Waktu telah menunjukkan pukul 19.15 WIB. Tiba-tiba telepon genggam berdering. Nomor tak dikenal masuk. Pikiran yang muncul, pasti ini kawan-kawan lama PGA Kediri. Tepat sekali, tidak mleset. Kalimat pertama yang muncul dari suara seorang perempuan adalah "Halo, ini betul pak Thohir". Saya jawab dengan tenang, "Betul, mohon maaf ini siapa ya?". Dijawab lagi, "pasti tidak kenal kalau saya sebut, pokoknya teman di PGAN Kediri, lain kelas lagi". Kalimat ini dapat dimaklumi, karena saat di PGAN Kediri dulu antara pelajar putra dan putri dipisah kelas, dan pergaulan cenderung terbatas. Untuk meyakinkan, saya pura-pura sok gaul dan memberi indikasi bahwa pasti saya kenal bila tahu nama. Lalu dijawabnya lagi, "iya saya Urifah, dulu kelas III/6".

Mendengar jawaban sebutan nama demikian, ternyata ucapan saya tidak salah. Saya langsung dapat menyebutkan dengan sangat yakin, "Pasti mbak Urifah adalah alumni yang asli dari Kec. Papar, terus kalau tidak salah sekarang domisili ada di Surabaya, tidak jauh-jauh dari Jl. A. Yani sekitar IAIN Sunan Ampel Surabaya". Tidak diduga, tidak pula dinyana, alangkah terkejutnya mbak Urifah dengan jawaban saya ini, ternyata tebakan/jawaban saya jitu adanya. Keterkejutan ini pantas dan layak mengingat saat itu situasi pergaulan antar siswa beda kelas demikian terbatas, sehingga wajar kalau dia beranggapan demikian. Tapi lepas dari itu semua, ternyata sekarang betul-betul manfaat Buku Memori dapat dirasakan. Buku Memori ini pula yang akhirnya membuat saya punya bekal "memori" untuk bisa menebak siapa mbak Urifah, meski saat di sekolah waktu itu tidak mengenalnya dengan dekat. Cukup mengenal dari membaca daftar teman-teman terdahulu dalam Buku Memori. Tentang domisili dia di Surabaya, teringat suatu saat di tahun 1995-an secara tidak sengaja bertemu di Bis Kota Surabaya, saat itu saya sedang transit dari Statiun Gubeng menuju Terminal Purabaya kala hendak menuju kota Jember.

Hal yang menarik dari kejadian 'nyambung'-nya kembali pertemanan ini adalah betapa suasana pertemanan kala itu dan saat sekarang punya makna yang berbeda. Pertemanan kala itu kalau boleh dibilang banyak sekali dilingkupi oleh sikap kepura-puraan, 'topeng' dalam pergaulan secara terselubung begitu lekat dalam keseharian, jatidiri seringkali tersembunyi dan nyaris tak tergali. Tapi dalam suasana seperti sekarang ini, dalam situasi sudah sama tua-tua (eh... masih muda denk!) pembicaraan dapat mengalir begitu lugas, datar, juga dalam suasana dan semangat persahabatan yang tulus. Begitulah pembicaraan berlangsung hingga telepon genggam ditutup.

Kabar penting untuk teman-teman dari pembicaraan per telepon saat itu, diperoleh berita yang sangat patut menjadi keprihatinan kita semua. Mbak Urifa ternyata pada tahun 2004 tertimpa musibah, suaminya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Dan yang lebih memilukan lagi, pada September 2008 yang lalu, putra semata wayangnya juga menyusul dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pula. Mendengar berita demikian, tentu sulit digambarkan bagaimana secara kejiwaan kita akan meresponnya. Namun dengan semangat untuk menghibur, disamping menyampaikan kalimat-kalimat do'a, juga saya sampaikan berita gembira tentang rencana Reuni yang sedang kita siapkan. Mudah-mudahan dalam pertemuan Reuni nanti akan ditemukan "obat" yang pas untuk mbak Urifah, apapun bentuk dan format "obat" tersebut.

Kepada teman-teman yang bermaksud "Say hello", atau bertukar kabar, menyambung komunikasi, maupun berbagi rasa dengan mbak Urifah, silahkah hubungi beliau di 0857.4912.7407. Insya Allah mbak Urifah akan turut hadir dapat pertemuan panitia tanggal 18 Juli 2009 nanti.

2 comments:

Unknown said...

assalamualaikum bapak...
perkenalkan saya emilia. alumni man3 2004, heheee...
mbak urifah sekelas sama bapak ya dl?? smoga diberi kesabaran yang lebih, amin :)
oya, saya mau nanya, apakah reuni alumni cuma khusus buat angkatan bapak saja atau angkatan lainnya jg?? knapa angkatan saya tidak diikutsertakan?? hehheheeee....

Thohir Afandi said...

Wa'alaikum salam mbak Emilia. Terima kasih telah mampir ke blog ini, dan salam kenal kembali. Saya alumni PGAN Kediri tahun 1989. Betul, mbak Urifah ini adalah teman seangkatan, tetapi tidak satu kelas. Soal rencana reuni, sebenarnya ada banyak masukan agar ada pihak yang mau menggagas pelaksanaan reuni yang lebih besar, melibatkan banyak angkatan. Tetapi oleh karena sudah agak lama tidak ada kegiatan sejenis, dan jaringan alumni juga belum kokoh, ada kekhawatiran penyelenggaraannya jadi kurang baik. Oleh karenanya untuk sementara dicoba dilakukan dalam jumlah terbatas, cukup satu angkatan saja, itupun sudah 450oan alumni (9 kelas masing2 48an orang). Asumsinya kalau masing2 membawa keluarga misalnya 1 suami/istri dan satu anak, maka sudah dapat ditebak akan hadir 1500 orang. Makanya yang ini masih dalam tahap test-case, bila sukses mudah-mudahan ada yang bisa menindaklanjuti dengan pertemuan reuni yang lebih besar. Sekali lagi terima kasih.