Wednesday, February 27, 2008

Awal Keinginan Reuni III-5 PGAN Kediri (Lulusan 1989)

Dalam ritual mudik pada lebaran 1428 H yang lalu, secara tidak sengaja tersambung komunikasi diantara beberapa teman alumni PGAN Kediri. Awalnya, mas Shobir yang sekarang jadi pengusaha di Yogyakarta menemukan nomor hp saya (Thohir Afandi). Komunikasi berlanjut dan akhirnya disepakati dilakukan 'meeting' kecil-kecilan di masjid PGAN Kediri saat lebaran Idul Fitri 1428 H (2007) yang lalu itu.

Apesnya, dalam proses komunikasi persiapan 'meeting' yang kecil tersebut diperoleh kabar bahwa tidak banyak yang bisa hadir, apalagi mas Suprihadi yang di Plosoklaten yang diharapkan jadi komandan untuk teman-teman yang di Kediri ternyata juga ada agenda ritual mudik ke rumah mertua di Lumajang. Praktis dengan situasi tersebut, 'janjian' untuk bertemu menjadi agak kocar-kacir. Beberapa yang sempat 'nyambung' adalah mas Abdul Ghofur (Yogyakarta), mas Ali Ridlo (Jakarta), mas Basori Alwi (Yogyakarta). Namun itu semua menjadi kacau karena janjian tidak solid.

Dalam perkembangannya, meski secara diam-diam ternyata juga berhasil terhubungi mas Muslimin (Kediri), mas Abdul Mutholib (Wates), mas Qomaruddin (Kras), dan lain-lain. Namun oleh karena janjian yang kurang solid tersebut, saya termasuk yang menjadi kurang taat waktu dan saya putuskan untuk datang di PGAN pada jam sholat dhuhur dari rencana semula pukul 9.00 pagi. Praktis dengan kondisi tersebut akhirnya yang telanjur sudah menunggu menjadi nggak sabar dan pulang. Wuih.... saya merasa bersalah banget, tapi apa boleh buat karena informasinya maju mundur sehingga keterikatan dengan janji bertemu juga menjadi longgar.

Saat saya datang di PGAN Kediri (di masjid) situasi seperti baru selesai orang menjalankan sholat dhuhur. Saya segera menyusul sholat, dilanjutkan dengan tengok sana-sini, melihat sudut-sudut masjid yang sudah 19 tahun ditinggalkan. Banyak sekali memory indah selama menjadi bagian dari ta'mir terbayang jelas dalam pikiran. Tak mau larut dalam imajinasi masa lalu yang berlebihan, segera saya putuskan untuk meluncur sowan ke ndalem Al-mukarrom, Al-ustadz Al-Akbar, Bpk. Drs. M. Sudja'i Habib di Ngronggo. Alhamdulillah, beliau sedang longgar dan berkenan menerima sowan kami.

Saking lamanya tidak bertemu beliau (Bpk. Sudja'i Habib), pembicaraan menjadi hangat dan panjang lebar. Beliau menemui dengan gaya lamanya, bersarung dan berbaju rapi, berkopyah, dan tetap memancarkan sosok beliau yang 'berilmu' dan 'berwibawa'. Saya dan istri menyampaikan salam ta'dzim kepada beliau.

Dari pembicaraan yang panjang lebar, termasuk yang saya ceritakan kepada beliau adanya keinginan teman-teman untuk bersama-sama sowan tetapi gagal karena janjian yang kurang solid, beliau mengungkapkan keinginannya yang sangat kuat untuk dapat bertemu dan ber-reuni dengan teman-teman. Pada saat bersamaan, mas Basori Alwi menghubungi saya selagi saya bercengkerama dengan beliau, sayang mas Basori posisi sudah telanjur di Pule Kandat sehingga tidak bisa bergabung sowan ke beliau. Singkat cerita, dari sowan tersebut beliau berpesan agar teman-teman dapat berhimpun untuk serius memikirkan rencana reuni pada tahun berikutnya, dan beliau ingin ikut hadir di tengah-tengah reuni tersebut.

Tanpa terasa ternyata ritual 'sowan' ke pak Dja'i (begitu kami dulu memanggil beliau) sudah berlangsung 3 jam, hingga akhirnya saya berpamitan. Dalam perjalanan pulang ke Pare, alhamdulillah ternyata mas Shobir menghubungi ke hp saya, akhirnya pertemuan kecil berhasil terlaksana sore harinya di masjid PGAN Kediri. Mas Shobir dengan istri dan jejaka anak semata wayang-nya, sementara saya ditemani istri, 2 anak, dan 1 keponakan. Nah.. dari pertemuan kecil ini akhirnya saya disambungkan dengan mas Qomaruddin dll., dan berlanjut dengan angan-angan dan rencana menyelenggarakan reuni sederhana pada tahun berikutnya.

Website ini menjadi salah satu media untuk mewujudkan keinginan tersebut, sambil terus dihimpun informasi keberadaan teman-teman yang sudah menyebar di mana-mana, termasuk mas Maulin yang telah menjadi ulama di Kalimantan, mas Ali Ridlo yang menjadi ustadz di Jakarta, mas Jauhar yang menjadi akademisi di IAIN Yogyakarta, dst.

Mudah-mudahan keinginan untuk reuni ini dapat terwujud, sehingga jalinan tali silaturrahmi yang telah ada dapat terpelihara dengan baik, amin.


Salam kangen
Thohir Afandi
Kementerian Negara PPN/Bappenas

No comments: