Dalam pesan dan arahan singkatnya, Bpk. Sudja’i Habib mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat kepada segenap siswa/siswi PGAN Kediri yang telah menyelesaikan studi selama periode 1986-1989. Kelulusan siswa/siswi ini sekaligus beliau nilai sebagai bentuk telah selesainya pula tugas formal seluruh dewan pengasuh serta karyawan/karyawati PGAN Kediri dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, serta membimbing siswa/siswi PGAN Kediri hingga batas akhir secara formal masa studi di PGAN Kediri.
Beliau mengingatkan bahwa meski secara formal pendidikan keguruan telah diselesaikan dan sekaligus telah memenuhi syarat untuk menerima akreditasi sebagai calon guru agama, bukan berarti tanggung jawab secara keilmuan telah selesai pula, justru setelah tamat ini tuntutan untuk mempertanggungjawabkan ilmu yang telah diperoleh menjadi semakin meningkat, baik dalam konteks mempertanggungjawabkannya kepada orang tua maupun kepada masyarakat.
Hal penting lain yang beliau pesankan adalah pentingnya menjaga dan memelihara tali silaturrahmi yang telah ada, baik silaturrahmi antara sesama siswa/siswi, maupun silaturrahmi antara siswa/siswi dan guru serta segenap karyawan/karyawati PGAN Kediri. Terkait dengan itu, beliau menggarisbawahi bahwa kebiasaan menerbitkan Buku Memori oleh siswa/siswi yang baru saja lulus kelas III merupakan langkah yang sangat baik dan akan memberikan manfaat yang sangat besar kelak di kemudian hari. Perjalanan belajar selama 3 tahun tentu akan meninggalkan kesan yang mendalam dan keindahan tersendiri manakala di kemudian hari dapat diingat-ingat kembali. Bahkan tidak jarang hal-hal yang dulunya dijalani dengan perasaan biasa-biasa saja akan terasa indah atau bahkan ‘lucu’ bila diingat pada kesempatan yang sudah jauh berbeda.
Beliau mengungkapkan bahwa ada 3 kecenderungan langkah yang diambil oleh alumni PGAN sebagaimana yang sudah-sudah, yaitu: (i) terjun langsung ke masyarakat menjadi tenaga pendidik non-formal; (ii) mengabdikan diri menjadi tenaga pendidik formal; dan (iii) melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terhadap ketiga kecenderungan di atas, dalam pandangan beliau ketiganya sama-sama merupakan pilihan yang baik, yang penting masing-masing dapat benar-benar berupaya menjadi insan yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,dengan tetap menjunjung tinggi almamater PGAN sesuai peran dan posisi masing-masing. Untuk mendukung mencapai sukses di ketiga pilihan tersebut, beliau berpesan hendaknya masing-masing membekali diri dengan sikap mental yang baik, meliputi sikap cekatan, penuh inisiatif, ulet, dan militan dalam menggapai cita-cita. Beliau mengingatkan pula bahwa pada dasarnya ilmu yang bermanfaat itu tidak ditentukan oleh banyaknya maupun tingginya ilmu yang dikuasai, tetapi sejauh mana ilmu-ilmu yang diperoleh itu dapat bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan masyarakat sekitarnya.
Terakhir, beliau menutup pesan dan kesannya dengan menyampaikan kalimat do’a kiranya para alumni PGAN Kediri, kelak dapat menjadi insan muslim yang intelek dan insan intelek yang muslim yang diridloi Allah SWT, amin ya robbal alamin.
(Kediri, 11 Maret 1989, Drs. M. Sudja'i Habib)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment