Wednesday, February 27, 2008

Merajut Kembali Jaringan Lama yang Nyaris Hilang


Pada saat posting ini saya tulis, kira-kira sudah 19 (sembilan belas) tahun yang lalu kami-kami ini berpisah dengan teman-teman sekelas di PGAN Kediri. Kami lulus dari PGAN Kediri pada tahun 1989 dan saat itu kami tergabung dalam kelompok Kelas III-5.

Banyak sekali kenangan manis yang tidak mungkin dengan mudah terlupakan. Keakraban dan 'keluguan' bersama menjadi salah satu yang paling menarik untuk diingat dan dikenang. Meski sekolah kami di kota Kediri, tetapi jujur saja sebagian besar dari kami justru datang dari kampung-kampung yang tersebar di sekitar kota Kediri, misalnya dari Trenggalek (halo mas Sobirin), ada yang dari Blitar (halo mas Tholib, mas Imam Syafi'i dkk), ada yang dari Nganjuk (halo mas Jauhar, mas Ali Ridlo, mas Yahya, dan banyak lagi...), ada yang dari Jombang (halo mas Mujib dan mas Munir), ada yang dari Tulung Agung (siapa ya...), ada yang dari Wates (mas Suprihadi, mas Maulin, mas Abd. Mutholib, mas Imam Maksun, mas Anshori, dll.) ada yang dari Grogol (halo mas Shobir, pengusaha sukses di Yogyakarta), ada yang dari Gurah (halo mas Ridlo'i, dan almaghfurullah mas Ambar Sugito), ada yang dari Gresik (halo mas Ahmad Syafi'in), ada yang dari Keras (halo mas Zaenal Abidin, mas Qomaruddin, dkk.) ada yang dari Papar (halo mas Jamil Khoiri), ada yang dari Sukorame (halo mas Imam Bukhori).... dan masih banyak lagi yang belum saya sebut satu persatu.

Ketika mengingat masa-masa di PGA, hal yang terbayang adalah sosok murid yang rapi, baju abu2 putih berdasi dengan pin kebanggaan PGAN menempel di dada kiri, sebagian berkopyah bak santri Lirboyo, ada yang necis dasi-nya cuma dililitkan saja dan sering dikalungkan ke pundak (halo mas Jamil) dan lain-lain. Hal lain yang tidak bisa dilupakan pula adalah suasana yang 'cair' dalam komunikasi dan guyonan diantara teman-teman, apalagi kalau di kelas sudah ada salah satu teman yang mengantuk, ada saja yang menjadikannya sebagai 'victim of joke', misalnya: "waduh.. bis sudah berangkat nih, penumpang kepalanya sudah mulai goyang-goyang" he.. he.... pasti respon yang lain: gerrr......!

Sudah barang tentu hal yang mudah diingat tidak terbatas dan hanya yang lucu-lucu saja, tetapi kedisiplinan dan kewibawaan PGAN saat itu menjadi pengingat tersendiri. Sosok yang tidak bisa dilepaskan dari label disiplin dan wibawa ini adalah sosok sang Pemimpin Sekolah, yaitu Al-mukarrom, Al-ustadz Al-Akbar, Romo KH. Drs. M. Sudja'i Habib, M.Si. Beliau adalah sosok panutan yang luar biasa, baik dalam hal keilmuan, kedisiplinan, keluhuran akhlak, kewibawaan, dan lain-lain. Hingga sekarang, perilaku beliau tetap melekat sebagai pedoman dan suri tauladan bagi kebanyakan para murid di PGAN kala itu.

Singkat kata, bicara tentang PGAN Kediri ibarat mengingat sesuatu yang luar biasa dan tidak ada habisnya untuk diceritakan. Oleh karenanya, blog ini saya buat untuk menampung kesan dan memory teman-teman tentang PGAN Kediri, sekaligus sebagai media untuk merajut kembali tali silaturrahmi yang sudah kira-kira 19an tahun tak terhubung. Termasuk di dalamnya adalah untuk meng-update keadaan terakhir dan domisili masing-masing.

Bila teman-teman ingin menulis dan ingin tulisannya dimasukkan dalam blog ini, silahkan menulis dan di faks ke saya, Thohir Afandi, di (021) 3193-4779, atau dikirim via email ke thohir.afandi@gmail.com

Mudah-mudahan media ini dapat bermanfaat untuk kita bersama, amin.


Salam kangen untuk semua,
Thohir Afandi
Kementerian Negara PPN/Bappenas

No comments: