Membaca judul yang tertulis di atas, dapat diyakini setiap alumni Kelas III-5 bakal menerawang jauh membayangkan sosok guru yang ganteng, gagah, berwibawa, dan suka mengajak bercanda. Beliau adalah Al-Ustadz Bpk. Djazuli Djazim. Beliau adalah guru yang berasal dari Ujung Pangkah Gresik, dan lama belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Meski banyak kelebihan yang beliau tunjukkan selama mengajar kelas III-5, misalnya keilmuan dan penguasaannya terhadap bahasa arab baik teori maupun praktek yang tinggi, tetapi hal yang lebih istimewa yang tidak mudah dilupakan adalah untaian syair arab yang pernah beliau ajarkan kepada kelas saat itu. Tidak lain dan tidak bukan, syair tersebut adalah yang judulnya seperti tertera dalam judul tulisan ini, yaitu Al-Jahlu Daa' wal-'Ilmu Yasyfii. Dari bunyi judulnya, syair ini memberikan nasehat betapa kebodohan itu adalah penyakit dan ilmu adalah obatnya.
Meski syair dibuat sederhana, tetapi terasa indah dan nikmat untuk terus didendangkan. Dalam tulisan ini disamping dimaksudkan untuk mengingatkan sosok guru yang sangat berkesan tersebut, juga untuk mengingatkan teman-teman tentang isi syair bila sudah rindu untuk menyanyikan syair dimaksud. Berikut adalah bunyi syair tersebut:
Al-jahlu daa', wal-'ilmu yasyfii
Wa huwa Ni'mal Muqtana
Idz-Bihi Narqo ilaa Aujis-Sa'aadah wal Hana...
Tidak yakin memang, apakah tulisan syair tersebut sudah lengkap atau belum, tetapi paling tidak penggalan utama bunyi syair dimaksud seperti yang biasa dinyanyikan ya seperti itu. Bagi yang ingat sepenuhnya, tolong dilengkapi dan diingatkan saya ya. Terima kasih.
Salam ta'dzim untuk al-ustadz Bpk. Djazuli Djazim.
Monday, March 03, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment