Tuesday, March 11, 2008

PGAN Kediri: Hari-Hari Setelah Kau Tiada

Kecintaan kita yang tumbuh secara diam-diam dan di luar kesadaran kita terhadap almamater PGAN Kediri, ternyata sungguh luar biasa. Banyak bukti dan fakta yang menunjukkan gejala tersebut, meski tidak kasat mata tetapi jelas dapat dirasa. Salah satu diantara bukti dan fakta dimaksud adalah tumbuhnya rasa ‘gelo’ kata orang Jawa atas telah dihapuskannya PGAN beberapa tahun setelah kelulusan kita. Perasaan ‘gelo’ tersebut bahkah terasa sebagai bentuk ungkapan rasa kehilangan yang teramat sangat mendalam. Ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang selama ini dibanggakan dan menjadi kebanggaan. Bahkan tidak terbatas sebagai kebanggaan saja, tetapi justru menjadi bagian dari penggalan “sejarah” hidup yang begitu besar dampaknya terhadap pembentukan masa depan dan perilaku para alumninya.

Mungkin tidak berlebihan, apabila rasa kehilangan seperti digambarkan di atas di-analogikan sebagai bentuk rasa ‘kehilangan’-nya dua sejoli yang sedang memadu kasih. Atau lebih buruk lagi, sebagaimana rasa kehilangannya dua insan yang sudah sekian lama bersama, yang satu sama lainnya sudah saling memberi warna dalam kehidupannya, tetapi tiba-tiba hilang salah satunya. Tentu tiba-tiba dunia serasa tidak lengkap, bahkan bumi dirasakan tidak bundar lagi. Sungguh luar biasa memang. Atau jangan-jangan perasaan ini hanya ungkapan yang terlalu dilebih-lebihkan dari seorang yang cenderung ‘melankoli’ dan suka asyik dengan masa lalunya. Tapi itulah “rasa”, sebuah ungkapan batin dan perasaan yang mesti di-share dan dibagi kepada sesamanya.

Sungguh perasaan seperti yang digambarkan di atas seringkali bergelayut manakala kita sedang berkunjung ke kota yang kita cintai, Kediri. Ada perasaan, di sini dulu kita belajar, tetapi di sini pula nama itu telah tiada. Sebutan dan nama yang telah berubah dengan serta merta telah mencabut sebagian dari rasa keterikatan kita dengan kawah candradimuka PGAN yang dulu menjadi tempat belajar kita. Oh.. sedih sekali, rindu sekali, kangeeen banget. Untukmu PGAN-ku. (Thohir Afandi, 10 Maret 2008).

No comments: